Pendidikan merupakan hal yang penting dan patut diperbincangkan di era masa kini. Betapa pentingnya pendidikan bagi seluruh putra putri bangsa ini. Keterbatasan moral, sikap yang kian luntur akan pengaruh globalisasi yang kian menyerbu dan terus datang tiada henti. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin meningkat seiring majunya zaman, menuntut kita untuk lebih fokus terhadap pendidikan dan senantiasa meningkatkannya.
Pendidikan adalah pondasi bagi kemajuan sebuah bangsa. Sumber daya manusia yang akan mengatur, dan mengolah sumber daya alam yang ada.
Indonesia adalah negara yang kaya akan alamnya. Negara agraris yang memiliki berjuta-juta kekayaan. Akan tetapi Indonesia sendiri memiliki tingkat sumber daya manusia yang kecil, sehingga belum mampu untuk mengolah kekayaan itu secara maksimal. Berbagai cara pemerintah lakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada. Mulai dari wajib belajar 9 tahun hingga kini pemerintah mewajibkan wajib belajar 12 tahun, yaitu setara SMA/SMK/MA dan setingkatnya. Tujuan itu tidak lain agar putra putri bangsa ini memiliki pendidikan yang maksimal
Berbagai upaya pemerintah lakukan untuk memajukan pendidikan bangsa ini, akan tetapi selalu ada kendala mengenai hal itu. Salah satu diantaranya adalah faktor ekonomi.
Faktor ekonomi selalu menjadi alasan yang tak kunjung usai dalam masalah pendidikan. Dimana orang tua tidak mau menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi dengan alasan keterbatasan ekonomi. Sehingga banyak ditemukan di pelosok-pelosok desa. Mereka hanya melanjutkan sekolah ditingkat SD maupun SMP.
Orang tua hanya berpikir dengan asumsi mereka bahwa sekolah itu membuang-buang uang saja, sehingga setelah anak mereka lulus, mereka membiarkannya untuk bekerja, seperti di sawah, kuli bangunan, penjaga toko, maupun pembantu rumah tangga. Sungguh ironis melihat putra putri bangsa yang seharusnya memperoleh pendidikan yang layak akan tetapi harus berenti karena keterbatasan ekonomi. Padahal, pemerintah maupun pihak swasta telah mengeluarkan berbagai beasiswa bagi pelajar yang tidak mampu agar mereka bisa melanjutkan proses belajar mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Kekurang sadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di masa kini juga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi maupun seminar di desa-desa terpencil terutama, akan pentingnya pendidikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar masyarakat yang berasumsi sekolah hanya akan membuang-buang uang saja itu hlang dari benak pikiran mereka. Berbagai beasiswa telah pemerintah sediakan untuk mereka yang tidak mampu secara ekonomi. Contohnya, Raeni, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (UNNES) yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang ayahnya hanya seorang tukang becak, dia bisa menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi dan meraih IPK yang tinggi. Mahasiswi asal kabupaten Kendal yang mendapatkan beasiswa bidikmisi ini merupakan salah satu contoh bahwa tidak ada yang menghalangi anak bangsa untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, asal mereka berniat untuk meraih prestasi dan belajar untuk mendapatkan ilmu yang tentunya akan berguna di masa mendatang.
Akan tetapi, Indonesia tidak hanya membutuhkan lulusan yang pintar akademis saja. Sikap dan moral yang baik harus ada di setiap jiwa masing-masing. Banyak tokoh-tokoh di negri ini yang pintar, akan tetapi mereka memiliki moral yang sangat tidak pantas dan tidak sewajarnya dimiliki. Pejabat-pejabat yang menjadi teladan negri ini, mereka pintar, mendapat gelar doctor, magister, sarjana lulusan universitas-universitas ternama bahkan luar negeri akan tetapi tidak sedikit di antara mereka yang melakukan korupsi, kolusi, dan napotisme. Sehingga, kepintaran mereka sia-sia karena tidak didampingkan dengan moral yang baik.
Oleh karena itu, dalam pendidikan sikap dan moral yang baik harus ditanamkan dalam setiap siswa maupun mahasiswa sejak dini agar ketika mereka turun dan mengabdi kepada masyarakat, mereka mampu menjadi teladan yang baik, dan yang pasti menjadi pemuda-pemudi Indonesia yang bertanggung jawab serta mampu untuk memajukan negri ini menuju negara yang lebih maju.
kekurang sadaran
masyarakat akan pentingnya pendidikan di masa kini juga merupakan salah
satu factor penyebabnya. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi
maupun seminar di desa-desa terpencil terutama, akan pentingnya
pendidikan dalam kehidupan berbangsa da bernegara. Agar, masyarakat yang
berasumsi bahwa sekolah hanya akan membuang-buang uang saja itu hilang
dari benak pikiran mereka. Berbagai beasiswa telah pemerintah sediakan
untuk mereka yang memiliki kemampuan secara akademis akan tetapi tidak
mampu secara ekonomis. Contohnya saja Raeni, mahasiswa fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang berasal dari keluarga kurang
mampu, yang ayahnya hanya seorang tukang becak, dia bias menempuh
pendidikan hingga ke perguruan tinggi dan meraih IPK cum-load. Mahasiswa
asal kabupaten Kendal yang mendapatkan beasisiwa bidikmisi ini
merupakan salah satu contoh bahwa tidak ada yang menghalangi anak bangsa
untuk menempuh pendidikan ang lebih tinggi, asal mereka berniat untuk
meraih prestasi dan belajar untuk mendapatkan ilmu yang tentunya akan
berguna di masa mendatang.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hastutik/pentingnya-pendidikan-demi-memajukan-sebuah-bangsa_54f9830ba33311ac048b510
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hastutik/pentingnya-pendidikan-demi-memajukan-sebuah-bangsa_54f9830ba33311ac048b510
Betapa pentingnya pendidikan bagi seluruh putra putri bangsa ini.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hastutik/pentingnya-pendidikan-demi-memajukan-sebuah-bangsa_54f9830ba33311ac048b5103
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hastutik/pentingnya-pendidikan-demi-memajukan-sebuah-bangsa_54f9830ba33311ac048b5103


Tidak ada komentar:
Posting Komentar